Setelan dasar Instalasi Drupal bagi pengguna pemula

Drupal merupakan perangkat sistem pengembangan website yang lumayan kompleks. Dibandingkan versi sebelumnya (< versi 6.x), Drupal versi 7 hadir dengan antarmuka yang lebih baik sehingga memudahkan pengguna pemula dalam melakukan kostumisasi pada Drupal. Namun demikian tidak semua perangkat kostumisasi tertanam secara default. Artikel ini sengaja saya tulis untuk memudahkan pengguna pemula mengenai apa saja yang perlu dan harus dilakukan setelah sukses melakukan instalasi Drupal yang pertama. Beberapa saran dan anjurannya adalah:

  1. Menentukan konsep situs. Anda harus menentukan konsep situs yang akan Anda buat dengan jelas. Perlu Anda ketahui bahwasanya Drupal bisa digunakan untuk membuat sebuah situs Blog pribadi, profil usaha, e-commerce, forum diskusi, web portal dari skala kecil, skala menengah hingga kelas enterprise. Penentuan konsep yang jelas akan meminimalisasi penggunaan modul tambahan sehingga modul yang nantinya kita tambahkan benar-benar yang kita butuhkan. Penggunaan modul yang efisien akan mengakibatkan situs berjalan dengan gegas, cepat dan stabil.
  2. Mengaktifkan modul inti. Modul inti berikut ini terkadang belum aktif ketika pertama kali Drupal di install, pastikan Anda mengaktifkan modul ini karena sangat bermanfaat ketika kita akan melakukan konfigurasi situs:
    • Update Manager, modul ini berguna untuk memudahkan pemasangan modul dan tema tanpa melalui control panel hosting. Pastikan situs Anda sudah muncul tautan +Install new Module di kiri atas halaman konfigurasi Moduleatau +Install new theme pada halaman Appearance
    • Path, modul ini berguna untuk mengkonfigurasi URL ramah sehingga situs mudah dikenali oleh search engine. Pastikan situs Anda sudah bisa mengaktifkan opsi URL ramah melalui Configuration > Search & metadata > URL Friendly.
  3. Menambahkan modul kontribusi.
    1. Admin menu, modul ini berguna untuk menampilkan semua sistem menu menjadi menu toolbar yang dropdown sehingga mengurangi memuat halaman secara berulang dan mempersingkat menuju suatu halaman konfigurasi.
    2. Pathauto, berfungsi untuk memudahkan pembuatan URL ramah secara otomatis. Biasanya nama URL ramah berdasarkan judul artikel dan bisa dikonfigurasi sesuai keinginan kita. Dengan konten yang memiliki URL yang ramah akan menjadikan situs kita menjadi SEO Friendly. Modul ini membutuhkan modul token akar bisa diaktifkan.
      • Contoh URL tidak ramah: http://situsku.com/?q=node/891
      • Contoh URL ramah: http://situsku.com/cara-mempercepat-akses-website
    3. Wysiwyg, modul ini adalah antarmuka untuk penambahan pustaka teks editor seperti CKEditor, IMCE, TinyMCE dll. Jika Anda suka dengan antarmuka tunggal Anda bisa langsung menggunakan modul CKEditor. (Saya menyarankan CKEditor karena teks editor ini akan menjadi teks editor standar Drupal versi 8).
    4. IMCE, ini adalah modul untuk file manager (upload, delete, resize image) agar berkas bisa diunggah ke server hosting Anda.
    5. Modul Anti Spammer. Modul ini wajib Anda tanam di situs Anda untuk menghindari gangguan dari pengguna usil terutama serangan dari robot-robot spammer. Dan saya sangat menganjurkan modul Captcha free dan Honeypotsebagai modul anti spammernya. Selain mudah dalam konfigurasinya juga sangat kuat dan tidak membutuhkan pendaftaran ke server pihak ketiga seperti modul Mollom (walaupun bagus tapi membutuhkan registrasi di server lain dan kadang mengganggu kinerja sistem kita sendiri). Dari pengalaman pribadi, menggunakan salah satu dari dua modul diatas benar-benar ampuh untuk mengurangi spammer hingga nyaris tidak ada gangguan.
  4. Mematikan modul inti.
    1. Overlay. Walaupun memudahkan dengan tampilannya yang menarik, tapi sangat lambat jika digunakan pada jaringan internet yang standar. (Dan modul ini tidak digunakan lagi pada Drupal 8).
    2. Toolbar. Modul ini tidak bisa menampilkan menu secara dropdown, fungsinya tergantikan dengan modul Admin menu.
  5. Anjuran konfigurasi sistem.
    • Jika situs Anda tidak memiliki pengguna tambahan aktifkan opsi pendaftaran anggota menjadi [x]Only administrator dari menuadmin/config/people/accounts.
    • Jika situs Anda mayoritas anggotanya adalah pengguna dari Indonesia aktifkanlah opsi bahasa lokal dengan Bahasa Indonesia untuk memudahkan pengguna yang mengaksesnya. Aktifkan modul inti Locale dan impor berkas terjemahan antarmuka Drupal bahasa Indonesia dari situs resmi.
    • Aktifkanlah Cache situs, untuk mempercepat akses ke pengguna anonim. Jika informasi situs Anda jarang diperbarui, setel masa aktif cache dengan durasi yang lama dan sebaliknya jika situs Anda sering mengalamai perubahan data setel dengan masa waktu yang lebih cepat.
    • Aktifkan pemampatan berkas CSS tunggal, terutama jika situs Anda digunakan untuk mengakomodasi pengguna dari browser versi lama (Internet Explorer). Centang opsi [x] Aggregate and compress CSS files pada konfigurasi menuPerformance.
  6. Anjuran pemilihan tema.
    • Pilihlah tema yang bersifat responsive yakni tema yang bisa menyesuaikan tampilan secara otomatis pada berbagai jenis piranti gadget pengakses situs. Dengan tema yang responsive Anda tidak perlu membuat disain situs yang berbeda-beda untuk berbagai macam gadget.
    • Pilihlah tema yang support HTML5.
    • Jika punya kemampuan ngoprek atau mau belajar untuk ngoprek tema, gunakanlah tema framework dan buatlah tema turunannya (subtema). Tema framework yang populer adalah ZenOmegaAdaptive Bootstrap dll.
    • Jika Anda sudah familier atau fanatik dengan tema tertentu tetapi memiliki jumlah kolom dan region yang tidak memadai (sedikit), gunakanlah modulPanel. Dengan modul ini tema favorit Anda akan memiliki jumlah kolom dan region yang nyaris tak terbatas.

 

sumber : http://drupal.or.id/artikel/setelan-dasar-instalasi-drupal-bagi-pengguna-pemula

Advertisements

Magang #2 Pelatihan App Inventor di SMA 2 Cimahi dan SMK 11 Bandung

11 Maret 2013

Pelatihan App Inventor di SMA 2 Cimahi 

Laporan di sma 2 cimahi :
Kegiatan berjalan lancar.
semua peserta mempunyai antusias bagus
ada kendala disisi teknis :
1. hardware
2. OS

jenis kegiatan :
Tutorial & Workshop (lab activity)
Sasaran :
membuat aplikasi sederhana menggunakan fungsi2 yang ada di Ai2live (Offline)

DSC_0093

DSC_0094 DSC_0095 DSC_0097

DSC_0098

Pelatihan App Inventor di SMK 11 Bandung

Jumlah siswa yang ikut pelatihan 30 orang :

DSC_0106

Dokumentasi Magang:

2014-03-11 13.59.55 2014-03-12 14.33.27

DSC_0108

DSC_0105

DSC_0099

DSC_0100

DSC_0101

DSC_0103

DSC_0102

DSC_0104

Magang #1 Brigding D1 Kerma Seamolec

Jadwal Magang 20 – 30 Januari 2014

Kami mahasiswa D4 Batch 8 TMD (Teknik Media Digital) merupakan angkatan terbanyak dari angkatan-angkatan sebelumnya. Kami berjumlah 90 orang lebih. Bicara soal penempatan magang kami dibagi menjadi 3 kelompok besar :

  1. Magang di Polda seluruh provinsi di Indonesia, dimana tiap 1 orang mahasiswa mewakili satu provinsi. Tambahan ada yang magang di PTIK sebagai pengontrol dari seluruh jaringan polda yang saling terkoneksi dengan jaringan internet dan di syncronize ke satu server aplikasi BBB (BigBlueButton) dan atau WEBX. Garis besarnya mahasiswa ditugaskan untuk mewujudkan PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) bagi kepolisian dalam rangka meningkatkan sumber dayanya.
  2. Magang di Pertamina, dimana Seamolec juga bekerja sama dengan pertamina dalam suatu kegiatan, sehingga dibutuhkan 4 orang mahasiswa D4 untuk magang disana.
  3. Magang di Sekolah-sekolah tingkat menengah di Bandung dan Malang. Nah, disini pasisi saya. Saya ditugaskan untuk magang disekolah-sekolah yang ada di sekitaran Kota Bandung.  Hingga laporan Ini ditulis saya dan teman-teman 29 orang lainnya yang magang di Kota Bandung belum bisa memulai keigiatan magang dikarenakan belum mendapat balasan surat persetujuan magang dari pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sebenarnya penempatan mahasiwa magang di sekolah menengah atas dikota Bandung juga mempunyai program yang sejalan dengan program walikota cup Bandung. Dimana kami akan berperan sebagai pembimbing pada siswa di sekolah dalam pembuatan aplikasi smartphone (Android) yang nantinya akan dilombakan dengan kota Malang. Continue reading